Find Us On Social Media :
Produksi makanan ringan MyZa Snack (Fakhrurazi)

Dulu Penerima, Pemilik MyZa Snack Kini Menjadi Pendamping KUR BRI

Fakhrurazi - Kamis, 27 Maret 2025 | 16:22 WIB

Banjar, radiosmartfm.com – Hawa panas langsung terasa saat memasuki dapur produksi MyZa Snack yang berada di Komplek Graha Alam Manarap No.4A, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Udara panas itu berasal dari penggorengan stik ikan dengan menggunakan wajan raksasa yang berisikan puluhan liter minyak goreng panas.

Saat adonan berbahan utama tepung dan ikan itu dimasukan ke dalam wajan, aroma gurih pun langsung tercium yang cukup mewakili cita rasa dari stik ikan dengan merek dagang MyZa Snack.

Cukup beberapa menit saja, penggorengan stik ikan selesai dan selanjutnya masuk dalam tahap penirisan menggunakan mesin spinner peniris minyak berukuran jumbo. Tahapan selanjutnya adalah pencampuran 2 varian rasa, yaitu original dan balado yang diakhiri dengan proses pengemasan stik ikan.

Begitu lah cerita singkat proses produksi stik ikan oleh pemilik MyZa Snack, Bahruddin saat Sonora.ID berkunjung ke dapur produksinya, pada Rabu (26/3).

Menurut Haji Udin sapaan akrab Bahruddin, tidak sembarang orang diperbolehkan masuk dan melihat langsung proses produksi stik ikan miliknya. Duplikasi produk serupa tanpa izin menjadi alasan utama terbatasnya akses masuk ke dalam dapur produksi milik Haji Udin.

“Kita punya pengalaman dulu produk kita ditiru orang makanya sekarang lebih berhati-hati,” ucapnya.

Sebelum dalam jumlah besar, Haji Udin mengaku hanya mampu memproduksi antara 5 sampai 7 Kilogram adonan stik ikan setiap hari. Namun, saat ini kapasitas produksinya meningkat berkali-kali lipat, hingga mampu memenuhi permintaan beberapa ritel modern yang ada di Kota Banjarmasin dan Martapura.

“Dulu kita rumahan saja produksinya, sekarang Alhamdulillah sudah dalam jumlah besar,” terang Haji Udin.

Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, lanjut Haji Udin, menjadi tonggak awal MyZa Snack diproduksi dalam jumlah besar. Dengan kucuran puluhan juta rupiah dari BRI, ia kemudian membeli perlengkapan penggorengan, mesin peniris minyak dan pengaduk bumbu berukuran besar.

“Kita mengajukan KUR ke BRI Cabang Martapura kala itu, makanya kita dapat membeli perlengkapan semuanya,” lanjutnya.

Haji Udin melanjutkan, saat ini ia terlibat dalam pendampingan dana KUR BRI, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar. Pihak BRI menurutnya memberikan amanah untuk melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM yang menerima dana KUR, yang salah satunya bertanggung jawab dalam pembayaran cicilan KUR setiap bulan.