“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Sulsel dan seluruh jajaran yang telah menginisiasi program ini di tengah efisiensi anggaran. Namun, ternyata masih mampu membangun kolaborasi dengan baik bersama unsur-unsur swasta atau memberdayakan pendekatan pentahelix,” ujar Fatmawati.
Ia juga berharap agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan hasil yang lebih baik.
Program "1 Sekolah 1 Programmer Andalan" dinilai sebagai langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dalam keterampilan digital. Wagub Fatmawati menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kita harus menyiapkan generasi muda yang cerdas, karena transformasi digital sangat cepat. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi inti dari berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, dan industri kreatif,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Iqbal Nadjamuddin, menegaskan bahwa Collaborative Digital Class hadir sebagai solusi peningkatan literasi dan talenta digital di Sulsel melalui kolaborasi tanpa membebani APBD.
"Kami mengapresiasi seluruh mitra yang bersinergi dalam kegiatan ini. Dengan adanya efisiensi anggaran, kami terus berupaya menggandeng berbagai pihak yang berpotensi mendukung pengembangan literasi digital," jelasnya.
Program ini diharapkan dapat mencetak minimal satu siswa di setiap sekolah sebagai programmer andalan yang memiliki keterampilan pemrograman dan literasi digital yang kuat.
"Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan komitmen besar untuk membangun ekosistem digital di Sulsel. Saya berharap peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi inovator teknologi di masa depan," tambah Iqbal.
Acara peluncuran program ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya:Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, H. Iqbal Nadjamuddin, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla, Syamril, ST., M.Pd.
Ketua Jaringan Sekolah Digital Indonesia, Muhammad Ramli Rahim, Ketua Militan 455, Bagus Dibyo Sumantri, Pimpinan Google Indonesia, M. Edward Ranggong (Google Education Specialist), Head Regional PPGR Gojek Indonesia, Mohammad Khomeiny, General Manager PT. Rachita, Rallie Karya Agriawan, Kepala Cabang Regional Makassar PT. Erlangga, Eko Setiya Budi, Kepala BBPSDMP Komdigi RI Makassar, Herman, S.KOM., MT.
Ketua Ekstrakurikuler Pandu Digital, Anshar Syukur, Tenaga programmer Indonesia dari dalam dan luar negeri (daring), Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Sulsel (daring dan luring), Para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta siswa SMA/SMK se-Sulsel.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Collaborative Digital Class diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan digital di Sulawesi Selatan, sejalan dengan visi Sulsel Maju dan Berkarakter, serta mendukung target nasional Indonesia Emas 2045.